Empat sikap mental bagi enterpreneur perempuan, apa saja?

Uprintis Indonesia – Membangun mental entrepreneur adalah proses membentuk kebiasaan atau pola pikir yang dapat membawa perubahan, ide-ide dan inovasi-inovasi baru, yang mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar. Karakter inilah yang menjadi fondasi bagi kecerdasan dan pengetahuan (brains and learning) seorang wirausaha.

Napoleon Hill dalam buku yang berjudul Think and grow Rich “Berpikir dan Menjadi Kaya” merupakan hasil dari 20 tahun penelitian dan wawancara lebih dari 500 orang-orang tersukses di bidang entrepreneur hingga di berbagai macam disiplin ilmu, diantaranya adalah Alexander Graham Bell, Woodrow Wilson, dan Thomas Alfa Edison.

Dari hasil kajiannya Napoleon Hill (2016) memformulasikan beberapa point penting dalam membentuk mentalitas entrepreneur diantaranya adalah, seorang entrepreneur memiliki hasrat atau keinginan dalam dirinya, kepercayaan atau keyakinan pada diri sendiri, usaha yang pantang menyerah, membuat perencanaan, bertindak, memiliki spesialisasi, imajinatif, rencana, melakukan langkah besar, memberdayakan pikiran bawah sadar dan indera keenam (IGA Adi;2019).

Perempuan yang memilih berwirausaha wajib menanamkan beberapa sikap mental dalam dirinya agar berprestasi di bidangnya.  Pendiri perusahaan kosmetik dan spa, Dr Martha Tilaar mengatakan kesuksesan berwirausaha dipengaruhi juga oleh sikap mental positif dalam diri perempuan. Prestasi dan kesuksesan bisnis kecantikan yang dikembangkan Dr Martha sejak 41 tahun silam menjadi bukti nyatanya. Martha Tilaar sebagai brand produk kecantikan, dan sebagai nama besar seorang perempuan yang terjun langsung membangun entrepreneurship, kini semakin dikenal dunia. Dari pengalamannya berkiprah di pasar domestik hingga global, Dr Martha menyebutkan sejumlah sikap mental yang wajib dimiliki entrepreneur perempuan.

1. Role model Setiap perempuan, dengan berbagai bidang usahanya, bisa menjadi contoh bagi orang lain untuk terus maju. Untuk menjadi contoh bagi orang lain, ukurannya bukan sekadar pada bisnis yang maju dan berkembang pesat. Namun juga bagaimana kepribadian entrepreneur perempuan. “Jangan iri hati, jangan sombong, dan selalu low profile,” katanya di sela temu media di kediamannya di Patra Kuningan Utara baru baru ini.

2. Motivasi Perempuan perlu memiliki motivasi tinggi, untuk dirinya, yang kemudian menular kepada orang lain. Motivasi bisa didapatkan dari mana saja. Perempuan perlu terus belajar, bahkan dari kesalahan yang dibuatnya. “Di setiap perjalanan pasti akan menemukan kegagalan. Untuk sukses harus melewati kegagalan. Namun jangan dikalahkan dengan kegagalan,” lanjutnya.

3. Pemberdayaan Misi pemberdayaan selalu melatari setiap kebijakan perusahaan Martha Tilaar Group (MTG). Hal inilah juga yang membuat bisnis kecantikan ini masih eksis dan terus menyesuaikan zaman dengan berbagai inovasinya. Perempuan perlu memberdayakan perempuan lainnya, dengan misi berbagi. MTG menyontohkannya dengan menggelar Young Caring Profesional Award (YCPA) dan Femme Talks. “Prinsipnya, melalui Femme Talks kita ingin berbagi kepada perempuan profesional muda. Melalui acara ini perempuan bekerja baik pemula maupun mereka yang sudah mapan, bertemu untuk saling menguatkan, berjejaring, dan saling memotivasi,” jelas Wulan Tilaar, Deputy Manager Martha Tilaar Beauty Gallery kepada Kompas Female di sela kegiatan Femme Talks beberapa waktu lalu.

4. Berkolaborasi Perempuan perlu berkolaborasi untuk sukses dengan apa pun bidang usahanya. Kolaborasi tak hanya dilakukan dengan perempuan, namun juga laki-laki. “Perempuan perlu bersatu, tetapi tak berarti laki-laki disingkirkan,” kata Dr Martha.